28/10/2017

Kwitansi dan Kertas Polosan

Kwitansi dan Kertas polosan

Dari awal ngeblog hingga sekarang, saya sering menemukan pernyataan-pernyataan ini keluar di sosial media saya.

Kira-kira kalau didaftar, pernyataan-pernyataan itu antara lain:


Di setiap pernyataan-pernyataan itu pasti menimbulkan pertanyaan dan menyebabkan munculnya jawaban-jawaban dari orang-orang di relasinya.

Mulai dari bagaimana sih caranya begini, bagaimana sih caranya begitu, begini, begitu, dst.

Entah mengapa, saya sendiri pada awal-awal ngeblog sangat jarang bertanya sama orang lain tentang hal-hal di atas.

Bukan karena sok pintar tetapi karena saya menghargai waktu mereka. Ditambah lagi, saya orangnya pekewuhan.

Ya mungkin hal inilah yang membawa saya sampai di titik ini sekarang. Meskipun saya jarang bertanya, saya sering bereksperimen sendiri.

Saya tidak cuma percaya dengan apa yang dituliskan pendahulu-pendahulu saya. Saya mencobanya, jika gagal berarti ada yang salah dan saya menyelesaikan masalah itu sendiri.

Setiap masalah yang datang dan penyelesaian yang saya lakukan berubah menjadi pengalaman-pengalaman.

Pengalaman itu lebih berharga dari uang-uang yang saya keluarkan untuk biaya domain dan internet.

Untuk itulah saya tidak ikut kursus, karena pada akhirnya pasti disuruh praktekkan ilmu yang sudah didapatkan.

Daripada saya hanya berpatokan pada pengalaman orang lain, saya mencobanya sendiri dan menemukan pengalaman sendiri.

Sampai sekarang, saya percaya bahwa modal terbesar yang harus dimiliki dan dikelola adalah pikiran dan bukan uang.

Dengan pikiran, saya bisa berimajinasi, mereplika, merekayasa, membayangkan tanpa batasan kecuali pikiran saya sendiri.

Jadi, pada akhirnya, ketika saya mendapatkan pertanyaan-pertanyaan pada hati saya, saya tidak akan bertanya melalui status. Saya lebih memilih mencari tau sendiri.

1. Ditipu

Ini sebenarnya bukan masalah, tetapi sebuah keberuntungan.

Kita jadi lebih tau bagaimana caranya penipuan bekerja. Apa titik lemah kita sehingga mudah ditipu. Ambisi ingin cepat kayakah atau ambisi ingin cepat bisa atau ambisi cepat-cepat lainnya.

2. Traffic Kecil

Tutorial tentang meningkatkan traffic adalah lahan basah bagi blog tutorial blogger. Saya mengakuinya.

Lalu jika bicara traffic, pasti ada yang nyerempet-nyerempet masalah SEO dan akhirnya disarankan untuk belajar SEO, FB Ads, atau Google Ads.

Jika bukan orang yang sabar dan selalu bersyukur, apapun cara yang ditempuh tidak akan ada hasilnya.

Karena pada dasarnya setiap orang yang membangun bisnis online juga ingin meraih kesuksesan di bisnis yang digelutinya.

Yang perlu diingat dibagian ini adalah bagaimana cara menggambarkan bisnis di media online. Brandingnya gimana. Dengan BW-BW, dengan Ads copy yang gitu-gitu aja, atau dengan cara-cara baru yang kreatif.

3. Ditolak Adsense

Bagi banyak blogger, Adsense adalah primadona.

Dengan penghasilan bulanan yang relatif stabil bisa menjajikan penghidupan blogger tiap bulan.

Tapi bagi saya, Adsense bukanlah segalanya.

Ingat, internet ini sangatlaaaaah luas.

Jika pemikiran hanya terbatasi dengan keinginan diterima Google Adsense, maka pada akhirnya publisher hanyalah publisher yang tidak merdeka.

Masih banyak lahan basah yang bisa digarap. Mulai dari CPS, CPD, CPA, dan istilah-istilah bisnis online lainnya.

4. Artikel

Karena permasalahan nomor 4 dan 5 banyak yang menganggap sama, saya jadikan satu.

Jika hanya ingin artikel terindeks, silakan daftarkan website ke Google Search Console.

Tapi jika ingin artikel masuk halaman satu, belajar teknik SEO.

Ingat tidak terindeks tidak sama dengan tidak masuk halaman satu.

Untuk membuktikan artikel terindeks atau tidak silakan search dengan keyword site:[url artikel]

Masalah Paling Utama

Saya merasakan, sebenarnya hal-hal di atas bukan sebuah masalah.

Masalah sebenarnya adalah pola pikir kwitansi.

Segalanya diukur dengan uang.

Saya sudah bilang di atas, bahwa uang tidak akan bernilai jika dihadapkan dengan pengalaman apalagi pemikiran.

Mungkin perlu sedikit waktu bagi blogger-blogger itu menyadari bahwa uang tidak terlalu berarti.

Terima kasih.

Lihat yang Baru

1 komentar di artikel "Kwitansi dan Kertas Polosan"

Walah saya juga kayak gitu om,
Awalnya udah males bener posting artikel,hampir mau di hapus blognya juga
Masalahnya sama seperti yg ada di artikel om ini
Nasib emang :D

Ayo komentar.... :) Bagikan pengalaman Anda!
EmoticonEmoticon